Rabu, 28 Agustus 2019

PRINSIP-PRINSIP DISIPLIN KELAS


PRINSIP-PRINSIP DISIPLIN KELAS

     A.    SUMBER PELANGGARAN DISIPLIN KELAS
1.      Guru
Ada beberapa faktor sumber pelanggaran disiplin kelas yang dilakukan oleh guru adalah:
a.       Tipe kepemimpinan guru yang otoriter yang memaksakan kehendaknya tanpa memperhatikan kedaulatan peserta didik, perlakuan seperti itu mngakibatkan murid pura-pura patuh, apatis atau sebaliknya, hal tersebut menjadikan murid agresif, murid memberontak terhadap perlakuan yang tidak manusiawi.
b.      Guru kurang memperhatikan kelompok minoritas baik yang ada dibawah maupun yang ada di atas rerata dalam berbagai aspek yang ada hubungannya dengan kehidupan sekolah.
c.       Guru kurang melibatkan dan mengikut sertakan peserta didik bertanggung jawab terhadap kemajuan sekolah/kelas sesuai dengan kemampuannya.
d.      Guru kurang memperhatikan latar belakang kehidupan peserta didik dalam keluarga ke dalam subsistem kehidupan sekolah.
e.       Guru kurang mengadakan kerjasama dengan orang tua peserta didik dan saling melepas tanggung jawab.

2.      Siswa
Ketidak teraturan selama proses beiajar mengajar dapat disebabkan Juga oleh masalah yang ditimbulkan oleh peserta didik. Peserta didik biasanya cepat memanfaatkan situasi yang tidak menguntungkan untuk bcrbuat tidak disiplin. Banyak dari mereka tidak suka/benci terhadap sekolah. Hal ini dipersepsi dari adanya sekolah yang tidak memberi kcpuasan kepada semua harapan : siswa dan para lulusan. Sejumlah hal yang disebabkan oleh pescrta didik berikut ini cenderung memberi kontribusi membuat disiplin kelas terganggu seperti :
1)      anak yang suka "membadut" atau berbuat aneh yang semata-mata untuk menarik perhatian di kelas;
2)      anak dari keluarga yang kurang harmonis at au kurang perhatian dari orang tuanya;
3)       anak yang sakit;
4)      anak yang tidak punya temp at untuk mengerjakan pekerjaan sekolah di rumah;
5)       anak yang kurang tidur (karena melek mata sepanjang malam)
6)      anak yang malas membaca atau tidak mengerjakan tugas-tugas sekolah;
7)      anak yang pasif at au potensi rendah yang datang ke sekolah sekedarnya;
8)      anak yang memiliki rasa bermusuhan alau menentang kepada semua peraturan;
9)      anak memiliki rasa pesimis atau putus asa tcrhadap semua keadaan;
10)  anak yang berkeinginan berbuat segalanya dikuasai secara "sempurna",

3.      lingkungan
Langsung atau tidak langsung lingkungan, situasi, atau kondisi yang mengelilingi peserta didik merupakan masalah yang potensial menimbulkan terjadinya gangguan disiplin kelas. Lingkungan, situasi atau kondisi tersebut adalah:
1)      Lingkungan rumah atau keluarga, seperti: kurang perhatian, ketidak teraturan, pertengkaran, ketidak harmonisan, kecemburuan, masa bodoh, tekanan, sibuk dengan urusannya masing-masing.
2)      Lingkungan atau situasi tempat tinggal, seperti: lingkungan kriminal, lingkungan bising, lingkungan minuman keras.
3)      Lingkungan sekolah, seperti: hari-hari pertama dan hari-hari akhir sekolah (akan libur atau sesudah libur), pergantian pelajaran, pergantian guru, jadwal yang kaku/jadwal aktivitas sekolah yang kurang cermat, bau makan dari cafetaria, suasana gaduh dari praktik pelajaran musik/bengkel ruang sebelah.

    B.     PERATURAN DAN TATARTIB KELAS
Peraturan dan tata tertib kelas untuk sekolah dasar seperti yang tercantum dalam Petunjuk Pengelolaan Kelas di Sekolah Dasar (Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen, 1996:79-81) antara lain harus memuat hal-hal berikut ini.
1.      Masuk Sekolah
Siswa harus datang selambat-lambatnya 10 menit sebelum pelajaran dimulai.
a)      Siswa harus memasuki ruangan kelas ketika bel masuk sudah berbunyi
b)      Siswa menaruh tas dan alat tulis di laci meja masing-masing.
c)      Siswa yang mendapat tugas jaga atau piket harus hadir lebih awal.
d)     Siswa yang sering terlambat harus diberi teguran.
e)      Siswa yang tidak masuk karena alasan tertentu harus memberi tahu sebelum maupun sesudahnya secara lisan atau secara tertulis.
f)       Guru tidak boleh terlambat atau absen tanpa izin.
2.      Masuk kelas
Murid segera berbaris di depan kelas ketika bel berbunyi
a.       Ketua kelas menyiapkan barisan
b.      Murid masuk kelas dengan tertib dan duduk di bangku masing-masing
c.       Guru memeriksa kerapihan, kebersihan dan kesehatan murid satu persatu yaitu: kebersihan kuku, kerpian rambut, kerapian baju dan sepatu
3.      Didalam kelas
a.       Doa bersama dipimpin oleh salah seorang siswa.
b.      Siswa memberi salam kepada guru dan pelajaran dimulai.
c.       Guru mencatat siswa yang tidak masuk di papan absen serta alasan atau keterangan.
d.      Pada saat pelajaran berlangsung siswa harus tetap tertib,tidak boleh ribut,bercanda, atau melakukan kegiatan lain yang tidak ada hubunganya dengan pelajaran
e.       Siswa tidak boleh meninggalkan kelas tanpa izin atau alasan tertentu.
f.       Guru tidak diperkenankan meninggalkan kelas ketika pelajaran berlangsung kecuali ada urusan penting atau alasan tertentu
4.      Waktu Istirahat
a)      Pada saat bel istirahat berbunyi siswa keluar kelas dengan tertib.
b)      Siswa keluar kelas setelah guru sudah keluar kelas.
c)      Siswa tidak boleh berada di kelas ketika istirahat.
d)     Selama istieahat,siswa tidak diperkenankan meninggalkan sekolah tanpa izin.
e)      Pada saat bel masuk lagi berbunyi siswa masuk kelas dengan tertib dan duduk dengan tenang di tempatnya masing-masing.
f)       Waktu Pulang
5.      Waktu pulang
a)      Ketika bel pulang berbunyi,pelajaran berakhir dan di tutup dengan doa dan salam kepada guru.
b)      Guru memberikan nasihat,mengingatkan tugas,PR,dan sebagainya.
c)      Siswa keluar kelas dengan tertib setelah guru meninggalkan ruangan kelas


PRINSIP-PRINSIP DISIPLIN KELAS


PRINSIP-PRINSIP DISIPLIN KELAS

    A.    PENGERTIAN DISIPLIN
Disiplin adalah kesadaran untuk melakukan sesuatu pekerjaan dengan tertib dan teratur sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku dengan penuh tanggung jawab tanpa paksaan dari siapapun (AsyMas’udi, 2000) ”.
Disiplin adalah kesadaran untuk melakukan sesuatu pekerjaan dengan tertib dan teratur sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku dengan penuh tanggung jawab tanpa paksaan dari siapapun. Disiplin adalah suatu keadaan tertib di mana orang-orang yang tergabung dalam suatu organisasi tunduk pada peraturan-peraturan yang telah ada dengan rasa senang.
Dengan disiplin dimaksudkan sebagai upaya untuk mengatur perilaku anak dalam mencapai tujuan pendidikan, karena ada perilaku yang harus dicegah atau dilarang, dan sebaliknya, harus dilakukan. Pembentukan disiplin pada saat sekarang buakn sekedar menjadikan anak agar patuh dan taat pada atyran dan tata tertib tanpa alas an sehingga mau menerima begitu saja, melainkan sebagai usaha mendisiplinkan diri sendiri (self discipline). Artinya ia berperilaku baik, patuh dan taat pada aturan bukan karena paksaan dari orang lain atau guru melainkan karena kesadaran dari dirinya.
Disiplin bukanlah kepatuhan lahiriah, bukanlah paksaan, bukanlah ketaatan pada otoritas gurunya untuk menuruti aturan. Disiplin adalah suatu sikap batin, bukan kepatuhan otomatis. Siswapun bertanggung jawab untuk menciptakan suasana kelas yang baik. Suasana kelas yang tidak tegang, ada kebebasan tapi ada pula kerelaan mematuhi peraturan dan tata tertib sekolah.
Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa disiplin adalah ketaatan dan ketepatan pada suatu aturan yang dilakukan secara sadar tanpa adanya dorongan atau paksaan pihak lain atau suatu keadaan di mana sesuatu itu berada dalam tertib, teratur dan semestinya serta tiada suatu pelanggaran-pelanggaran baik secara langsung maupun tidak langsung.

    B.     BENTUK-BENTUK DISIPLIN KELAS
1.      Disiplin Tradisional
Secara tradisional, disiplin diartikan sebagai kepatuhan terhadap pengendalian dari luar. Disiplin adalah ketaatan atau kepatuhan, yaitu ketaatan seseorang terhadap tata tertib atau kaidah- kaidah hidup lainnya. Disiplin tradisional adalah disiplin yang bersifat menekan, menghukum, mengawasi, memaksa dan akibatnya merusak penilaian yang terdidik.
2.      Disiplin modern
Disiplin modern adalah berusaha menciptakan situasi yang memungkinkan agar orang yang yang di didik dapat mengatur dirinya melalui situasi yang akrab, hangat, bebas dari rasa takut sehingga orang yang di didik mengembangkan kemampuan dirinya.
3.      Disiplin liberal
Yang dimaksud disiplin liberal adalah disiplin yang diberikan kepada anak sehingga anak memiliki kebebasan tanpa batas.

    C.     ADAPUN PRILAKU  BEBERAPA MACAM BENTUK-BENTUK DISIPLIN BELAJAR DI KELAS YANG HENDAKNYA DILAKUKAN OLEH PARA SISWA DALAM KEGIATAN BELAJARNYA
1.      Disiplin siswa hadir ke sekolah
Dalam suatu kelas kedisiplinan siswa sangat penting untuk kemajuan sekolah itusendiri dan untuk kemajuan untuk siswa itu sendiri. Sekolah dan siswa yang tertip akan menciptakan proses pembelajaran yang baik. Namun sebaliknya, disekolah dan kelas yang kurang tertip kondisinya akan jauh berbeda dan proses pembelajaran menjadi kurang efektif. Meningkatkan kedisiplinan terhadap siswa sangat penting dilakukan oleh sekolah, mengingat sekolah dan siswa merupakan tempat dan generasi penerus bangsa. Salah satu factor yang membantu para siswa meraih sukses dimasa depa yaitu dengan kedisiplinan.
2.      Disiplin siswa dalam mengerjakan tugas
Disiplin siswa dalam mengerjakan tugas sangat penting diterapkan, karena siswa yang disiplin merupakan siswa yang belajar dengan baik. Apabila diri siswa telah disiplin dalam mengerjakan tugasnya maka suatu pembelajaran akan lebih terarah dan tingkat pencapaian suatu pembelajaran akan lebih baik. Maka dari itu guru harus membangun kedisiplinan kepada siswa dalam mengerjakan tugasnya dengan cara memberikan suatu peraturan berupa ancaman yang ringan seperti: besok tugas dikumpulkan, bagi yang tidak mengumpulkan tugas nilainya tidak ada. Dengan diberikan ancaman yang demikian bisa membuat siswa takut tidak mendapatkan nilai. Hal ini bisa membuat siswa lebih giat dalam mengerjakan tugas.
3.      Disiplin siswa dalam mengikuti pelajaran di sekolah
Dalam suatu sekolah pasti ada yang namanya disiplin siswa dalam mengikuti pelajaran disekolah. Disiplin siswa dalam mengikuti pelajaran telah dibuat aturannya oleh sekolah. Guru hanya mengarahkan siswa untuk disiplin dalam belajar. Sedangkan siswa mengikuti aturan seekolah mengenai disiplin dalam belajar tersebut. Aturan yang dibuat oleh sekolah tersebut memiliki sanksi tersendiri. Apabila guru siswa melanggar maka siswa harus menerima sanksi tersebut.
4.      Disiplin siswa dalam menaati tata tertib di sekolah
Dalam suatu sekolah pasti memiliki disiplin siswa dalam menaati tata tertib di sekolah. Tata tertib sekolah ini dibuat sedemikan rupa untuk siswa, guru, dan tata usaha, maupun anggota sekolah lainnya mengikuti aturan yang dibuat oleh sekolah tersebut. Tujuan dari disiplin siswa dalam menati tata tertib di sekolah untuk kemajuan siswa dan sekolah itu sendiri.

     D.    CONTOH BEBERAPA BENTUK TATA TERTIB DIKELAS DAN DISEKOLAH
1.      Pelajaran akan dimulai setiap jam 07.30 setiap harinya kecuali Senin (Upacara bendera)
2.      Siswa harus berada didalam kelas paling lambat 10 menit sebelum jam pelajaran dimulai
3.      Siswa tidak diperkenankan keluar masuk ruang kelas tanpa seizing dari guru yang sedang mengajar.